puisi cinta

 puisi cinta romantis



Puisi Cinta Romantis untuk Pacar Tersayang


1. Biarkan Aku Merawatmu

Biarkan aku merawat hatimu yang patah

Dan memperlihatkan caranya terbang.

Biarkan aku memegang tanganmu dengan lembut

Dan mengecup air matamu selamat tinggal.

Biarkan aku membawa kamu ke cahaya besok

Dan dari hujan yang tidak perlu,

karena semua yang aku inginkan sekarang

adalah melihatmu tersenyum lagi.

Oleh Randy Batiquin


2. Dia Berjalan dalam Keindahan

Dia berjalan dalam keindahan, seperti malam

Dari iklim tak berawan dan langit berbintang

Dan semua yang terbaik dari gelap dan terang

Bertemu dalam setiap sudut di matanya

Dengan demikian melunak ke cahaya lembut itu

Surga mana yang disangkal oleh hari yang indah.

Oleh Lord Byron


3. Sangat Bahagia dan Bangga

Pikiran tentangmu mengelilingiku

Kamu adalah detak jantungku

Cinta yang kau berikan mendefinisikanku

Hidupku tidak lagi kelam.

Kamu memberikan tanganmu begitu manis

Aku tersesat jika kamu pergi.

Kamu memilikiku sepenuhnya

Aku menghargaimu siang dan malam

Tanpa napasmu, aku tidak bisa hidup.

Tidak ada sama sekali yang tidak akan aku berikan

Aku tidak akan mengambil apa pun dan baik-baik saja.

Oleh Scott Sabatini


4. Bird Understander

Ini adalah kata-katamu sendiri

Cara kamu memperhatikan

Dan berkata terus terang

Untuk tidak berpaling dari luka

Kamu telah menawarkan kasih sayang

Bagiku aku hanya membalasnya kembali

Andai saja aku bisa menunjukkannya padamu

Betapa sangat tidak berarti tanpa kasih sayang

Oleh Craig Arnold


5. “Sajak Putih” Karya Chairil Anwar

Bersandar pada tari warna pelangi

Kau depanku bertudung sutra senja

Di hitam matamu kembang mawar dan melati

Harum rambutmu mengalun bergelut senda

 

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba

Meriak muka air kolam jiwa

dan dalam dadaku memerdu lagu

Menarik menari seluruh aku

 

Hidup dari hidupku, pintu terbuka

Selama matamu bagiku menengadah

Selama kau darah mengalir dari luka

Antara kita mati datang tidak membelah


puisi cinta sedih




1. “Merindukanmu”

Tahukah Kamu ombak yang deras itu bisa apa?

Ya, dapat menghapus segala benih-benih cinta bersama serpihan rindunya….

Namun, ternyata tak denganku

Sebab, disini aku tetap merindukanmu yang jauh disana

Sehingga ku tak yakin, bila ombak deras itu dapat menghapus serpihan rindu ini


2 . Kamu sudah bersamanya

Jai, bila besok pagi terbangun

Lihatlah ke arah kaca jendelamu..

Ia akan nampak basah…

Namun, itu bukan karena embun

Sebab yang turun adalah air mataku

Yang tumpah karena dirimu

Dirimu yang telah bersamanya


3 . “Kebenaran cinta”

Sungguh putih kulitmu

Harummu pun sungguh wangi

Hingga membuat setiap orang membisu dan terpana

Rambutmu yang panjang nan lurus itu

Pun tak menghalangi kecantikan wajahmu

Bila memang benar warna kulit tak mampu menyatukan kita

Namun, apakah cinta mampu menghapus itu semua?



4 . “Memendam Selamanya”

Yang aku tahu

aku hanya mencintai..

Namun, kau hanya menganggap sebagai teman saja..

Yang ku rasa

Terdapat getar pada jiwa..

Namun, mengapa kau tak sedikitpun merasakan..

Lalu, haruskah aku terus teriakan rasa ini?..

Ataukah..

Aku pendam saja untuk selamanya?..



5 . “Terpendam”

Tentu Kamu tahu apa yang telah aku katakan?

Dengan sangat pongah aku berbicara akan kejujuran..

Padahal aku hanya menyimpan sejuta kebohongan..

Ku sembunyikan segala romansa dengan bidadariku..

Jadi, biarkanlah purnama yang kumiliki tertutup awan..

Sebab mengakuinya dengan mengundang amarah,

Menghujamkan luka, pada hati banyak orang

Yang kami cinta..



puisi cinta dalam diam



Bungkam dalam Diam

Di sana,

ada seguyur hujan dan seuntai bunga,

yang sedang berbincang

tentang pahitnya sebuah pamit

Tentang sunyinya sebuah sepi

Di sana, ada sebuah kapal kecil di pelabuhan,

Yang tengah bercengkrama,

Tentang rasa yang tidak tersampaikan,

Tentang asa yang kian memudar.

Di sini, ada seorang insan,

Yang tengah menadahkan tangan,

Menghadap Sang Pengarang,

Akan harapan yang terbuang.

Disini, ada seorang laki-laki,

Menyesali takdir seraya memaki,

Menginyam rasa tanpa peduli,

Tentang cinta terpendam di dalam hati.



Hanya Yang Terbaik

Kuakui

Ada harapan dalam hatiku.

Bahwa entah bagaimana

Engkau dan aku menjadi satu,

Hidup dalam bahtera rumah tangga

Tapi aku tak ingin

Mendahului takdirku.

Bisa jadi

Engkaulah yang kuharapkan.

Namun mungkin saja

Engkau bukan yang terbaik dalam hidupku.

Maka aku memilih

Untuk menyimpan cinta ini dalam diam.

Dan mudah-mudahan

Makin lama makin pudar.

Karena bukan cinta yang membelenggu,

Tapi cinta yang membahagiakan. Itulah yang kuharapkan.



Kutuliskan Puisi Cinta

Kutuliskan puisi cinta,

Hanya agar aku mengerti tentang rasa.

Bahwa aku menyimpan cinta di dalam dada. Jauh, jauh sekali di lubuk hati, bahwa jatuh cinta itu meresahkan jiwa.

Di kala jauh,

Ada rindu yang menyentuh.

Kala dekat,

Hatiku dag dig dug bergejolak.

Ternyata kau singgahi hati ini,

Dengan membawa segaris rindu,

Tapi kau lupa,

Bagaimana menyembuhkan hati rindu milikku ini?

Comments